Senin, 25 Juli 2011

Pendidikan Harus Mengubah Mental Siswa Menjadi Entrepreneur

Les Privat FisMat-C -- NUSA DUA - Pendidikan di Indonesia harus mampu mengubah cara pandang yang semula bekerja sebagai pegawai, menjadi wirausaha. Perubahan ini harus ditanamkan sejak anak-anak memasuki sekolah tingkat taman kanak-kanak.
Pengusaha senior Ciputra mengemukakan hal itu kepada wartawan, seusai menjadi pembicara dalam Pertemuan Kewirausahaan Regional di Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/7). Dalam pertemuan yang diselenggarakan Global Entrepreneur Program (GEP) bermitra dengan Global Entrepreneur Program Indonesia (GEPI), hadir wirausaha dari Indonesia dan 11 investor dari Amerika Serikat yang tergabung dalam Angel Investor.




Ciputra yang tercatat sebagai salah seorang pendiri GEPI berpendapat, saat ini, seorang anak yang duduk di TK justru diajar untuk selalu patuh. Anak itu tidak diajarkan berpikir kreatif. Akibatnya, pikiran untuk selalu menurut terbawa hingga dewasa. ”Maka dari itu, cara pandang harus diubah menjadi bagaimana cara menjadi wirausaha mandiri yang kreatif,” ujarnya.
Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia sekitar 450.000 orang atau sekitar 0,18 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini masih jauh dari ideal, yakni 2 persen dari jumlah penduduk. Persentase ini kalah jauh dibandingkan sengan Singapura yang wirausahanya 7,2 persen dari jumlah penduduk, Amerika Serikat sekitar 12 persen, dan Malaysia 3 persen....
Selengkapnya, baca Harian Kompas, 25 Juli 2011.


sumber: sini

Tuntaskan Nazar Pati-UI Depok Dengan "Ngonthel"

Les Privat FisMat-C -- Awalnya, perjalanan Pati-Depok dengan sepeda onthel dilakukan Muhammad Zalaluddin Sofan Fitri (19) untuk menggenapi nazar yang sudah terucap. Namun, di jalan, pria asal Blora ini justru menemukan pengalaman kemanusiaan saat bersentuhan dengan banyak orang, terutama rakyat jelata.
Nazar untuk bersepeda dari Pati ke Universitas Indonesia (UI) digenapi Zalal setelah dia diterima sebagai mahasiswa Universitas Indonesia Jurusan Sejarah Angkatan 2011. Dari SMA Negeri 1 Pati, Zalal mulai mengarahkan sepedanya ke Ibu Kota hari Selasa (19/7).



Bersama sepeda onthel warna hijau tua yang dimilikinya sejak SMA kelas 1, Zalal membawa semua pakaian dan kebutuhan untuk pendaftaran kuliah. Sebuah tas ransel besar disandangnya. Di sadel belakang, sebuah kotak bagasi dipasang untuk menaruh ban serep, makanan ringan, air minum, dan tisu. Di bawah kotak itu tertempel sebuah kertas bertuliskan ”Nadzar Diterima di UI”.
Sehelai bendera Merah Putih yang terikat di sebilah rotan dipasang di bagian belakang sepeda. Sementara sebuah pompa ban diikatkan di badan sepeda. Satu lampu tambahan terpasang di depan lampu sepeda nya.
Hari Minggu kemarin sekitar pukul 09.00, Zalal tiba di asrama mahasiswa UI. Hari Minggu pagi, sekitar 10 mahasiswa asal Pati serta simpatisan ikut nggowes bareng Zalal dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga ke UI. Setibanya di kantin asrama mahasiswa, tidak ada penyambutan yang istimewa. Beberapa sesama mahasiswa asal Pati menemaninya duduk sambil menyeruput es teh. Genap sudah perjalanan sejauh sekitar 500 kilometer itu....
Selengkapnya baca Harian Kompas, 25 Juli 2011.


sumber: sini

Kemiskinan Penyebab Utama Tingginya Angka Putus Sekolah

Les Privat FisMat-C -- BANDUNG — Kementerian Pendidikan Nasional mengaku kesulitan menekan jumlah siswa miskin di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemendiknas Nono Adya Supriatno mengungkapkan, saat ini jumlah siswa miskin di Indonesia hampir mencapai 50 juta.
Jumlah tersebut terdiri dari 27,7 juta siswa di bangku tingkat SD, 10 juta siswa tingkat SMP, dan 7 juta siswa setingkat SMA. Dari jumlah itu, sedikitnya ada sekitar 2,7 juta siswa tingkat SD dan 2 juta siswa setingkat SMP yang terancam putus sekolah.



Menurut Nono, biaya sekolah yang relatif mahal ditengarai menjadi penyebab utama tidak berdayanya para siswa miskin melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya. Kesulitan ini semakin berat dengan adanya keharusan membayar uang pangkal, membeli buku tulis, seragam sekolah, dan buku pelajaran. Hal-hal tersebut merupakan beberapa indikator pemicu biaya sekolah menjadi mahal.
"Siswa di SMP, hanya 23 persen yang mampu meneruskan ke tingkat SMA. Sisanya tidak bisa meneruskan, di antaranya ada yang terpaksa bekerja," ujar Nono ketika menjadi narasumber dalam lokakarya "Membedah Pembiayaan Pendidikan", Sabtu (23/7/2011) di Bandung.
Pada umum, menurut Nono, para siswa miskin berasal dari daerah rawan kemiskinan seperti daerah terpencil, pesisir pantai, perkampungan padat penduduk, serta sejumlah tempat di daerah aliran sungai. Untuk menekan angka tersebut, Nono mengaku sudah menganggarkan beasiswa Rp 2,1 triliun. Adapun di tingkat SMP dianggarkan dana Rp 3,9 triliun. 
"Jumlah itu di luar anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang tahun ini mencapai Rp 16 triliun,” ujarnya.
Memengaruhi pendidikan tinggi
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Mustasfirin menyesalkan sulitnya menekan angka siswa putus sekolah. Semakin ironis karena secara umum tingginya angka putus sekolah di jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah berpengaruh pada jumlah siswa yang akan melanjutkan ke bangku perkuliahan. Ia menegaskan, pendidikan menengah menjadi sangat penting untuk menunjukkan tiga hal. Pertama, sebagai penunjang kebangkitan kelas menengah. Kedua, sebagai pondasi pendidikan. Ketiga, sebagai wujud realisasi pembangunan pendidikan itu sendiri.
"Jadi kita sulit bicara mengenai pendidikan tinggi yang bermutu kalau pendidikan menengah tidak diperhatikan," kata Mustasfirin.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dikti Kemdiknas Haris mengungkapkan, pihaknya selalu berharap mempunyai kualitas pendidikan tinggi sekelas Amerika. Namun,   biaya pendidikan di Indonesia yang dinilainya masih sangat murah memengaruhi mutu dan daya saing Dikti. Selain itu, biaya yang murah juga menjadi kendala untuk maju.
"Jika pakai sentimental, saya juga ingin nangis dengan kondisi ini. Menggantung harapan menginjak bumi. Mencerdaskan bangsa itu cita-cita dan kita bergerak ke arah sana. Saya prihatin karena anak miskin sudah gugur di pendidikan menengah," tandasnya.
Sehari sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, pendidikan yang bermutu harus ditunjang biaya yang sesuai. Pembiayaan pendidikan yang mahal, murah, ataupun gratis bukanlah sebuah masalah. Yang terpenting adalah tidak berimplikasi pada hak-hak dasar.
"Taruhlah wajib belajar 9 tahun, ada indikasi hak dasar. Oleh karena itu, kementerian dan pemerintah daerah harus lebih serius tangani hak-hak dasar. Pasalnya, jika biaya ini sampai di luar batas, hal itu akan berimplikasi dan mulai terkait dengan hak dasar itu sendiri," ujarnya.


sumber: sini

Sabtu, 23 Juli 2011

Pembahasan Soal SIMAK UI 2011 (no. 25 kode soal: 615)

Elektron bermuatan e bermassan m dipercepat dengan potensial V dan menumbuk partikel lain sehingga arah kecepatan elektron menyimpang 60o dari arah semula. diketahui konstanta planck h. Panjang gelombang de Broglie setelah hamburan adalah....

jawab



Jawaban selengkapnya ada disini

Pembahasan Soal SIMAK UI 2011 (no. 25 kode soal: 615)

Elektron bermuatan e bermassan m dipercepat dengan potensial V dan menumbuk partikel lain sehingga arah kecepatan elektron menyimpang 60o dari arah semula. diketahui konstanta planck h. Panjang gelombang de Broglie setelah hamburan adalah....

jawab

Jawaban selengkapnya ada disini

Jumat, 22 Juli 2011

UI Memperoleh Penghargaan di Ajang TEIMUN Eropa

Les Privat FisMat-C -- DEPOK - Universitas Indonesia (UI) memperoleh penghargaan di ajang The European Internasional Model United Nations (TEIMUN) yang berlangsung pada 11-17 Juli 2011 di ROC Mondriaan, The Hague, Belanda.

"Kemenangan mahasiswa UI dalam berbagai kompetisi internasional merupakan salah satu wujud kontribusi UI dalam mengharumkan nama Indonesia di forum internasional melalui beragam pencapaian," kata Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono di Depok, Kamis (21/7).

Untuk itu, UI mendukung berbagai kegiatan mahasiswa baik dalam bidang akademis maupun nonakademis yang bersifat nasional atau internasional. Ketujuh mahasiswa UI berhasil memenangkan empat penghargaan untuk bangsa Indonesia di antara 200 peserta berasal lebih dari 50 Negara.

Vishnu mengatakan dengan tema 'Defining the Future of Global Governance', penghargaan yang diperoleh yaitu Best Delegate of General Assembly oleh Hanifah Ahmad (FISIP). Selanjutnya Best Delegate of Economic and Social Council oleh Rizki Yuniarini (FISIP), Best Delegate of Historical Council oleh Dian Aditya Ning Lestari (FISIP).

Selain itu, juga Honorable Mention of Security Council oleh Niwa Rahmad Dwitama (FISIP). Adapun delegasi UI untuk TEIMUN 2011 terdiri dari 3 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), 2 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) dan 2 mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE).

TEIMUN 2011 membuka wawasan para peserta untuk memecahkan permasalahan dunia dengan menciptakan sistem pemerintahan global yang menjadi penyokong kerja sama antar negara dalam mencari solusinya.

Dikatakannya selain UI, beberapa Universitas yang memperoleh penghargaan dari ajang TEIMUN 2011 di antaranya adalah National University of Singapore, University of Groningen (The Netherlands), University of Capetown (South Africa), University of Antwerp (Belgia), University of Southampton (UK) dan University of Namibia.

TEIMUN merupakan salah satu Model United Nations (MUN) tertua di Eropa untuk para mahasiswa di berbagai belahan dunia. Melalui TEIMUN para mahasiswa dapat belajar mengenai organisasi internasional, seperti PBB dan NATO dan memperoleh gambaran mengenai pola kerja dan proses pengambilan keputusan melalui peran bermain simulasi PBB.

"Dalam TEIMUN, para mahasiswa akan memperoleh jaringan profesional dan interaksi sosial antara delegasi dari berbagai Negara," katanya.


sumber: sini

ITS Pertahankan Posisi II di PIMNAS XXIV Makasar

Les Privat FisMat-C -- SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempertahankan posisinya sebagai Juara Umum II di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXIV 2011 di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Kepastian kemenangan tersebut dibacakan pada upacara penutupan Pimnas di gedung Baruga Andi Pangerang Pettarani Unhas, Kamis (21/7) malam.

Perincian piala yang direbut, yakni 3 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Raihan emas ini sama persis dengan Pimnas pada 2010 di Denpasar. Peringkat pertama direbut Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dengan 7 emas, 1 perak, dan 2 perak.

Menurut wakil ketua tim Pimnas ITS, Putu Gde Ariastita, masih ada beberapa hal yang harus ditingkatkan bagi perbaikan tim ITS untuk menghadapi Pimnas di tahun mendatang. Antara lain, kualitas mahasiswa ketika menjawab pertanyaan juri pada saat presentasi.

ITS, kata dia, juga perlu menambah SDM untuk mendukung persiapan lomba seperti ini. "Mahasiswa ITS bersemangat dalam berlomba, namun jumlah dosen pembimbing masih kurang," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.

Pada Pimnas 2011, UGM tercatat sebagai tim terbanyak yang meloloskan PKM, yakni sebanyak 39 PKM. Sedangkan ITS di posisi kedua dengan 32 PKM. Di lomba presentasi PKM ini, ITS gagal memperoleh medali di kategori PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM).

Tiga emas diperoleh ITS dari kategori PKM Gagasan Tulis (PKMGT) 1, PKM Teknologi (PKMT) 1, dan PKM Penelitian (PKMP) 1. Untuk perak disumbangkan dari kategori PKMT 3, PKM Kewirausahaan (PKMK) 1 dan 2. Sedangkan perunggu berasal dari kategori PKMGT 2, PKMT 1, PKMT 2, dan PKM P 4.

Sementara itu, untuk lomba poster PKM ini, ITS meraih 1 emas dari kategori PKMK 1. Tiga perak dari PKMM 1, PKMM 3, dan PKMP 3. Sedangkan raihan 4 perunggu dari kategori PKMT 3, PKMGT 1, PKMK 3, dan PKMP 2.

Pada lomba penunjang berupa Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), ITS berhasil meraih posisi pertama dan kedua pada bidang Kemaritiman kategori Teknologi Kelautan, serta posisi kedua pada bidang Kewirausahaan.

Saat ini, sambung Putu, perbandingan antara dosen pembimbing dengan jumlah tim di ITS adalah 1:3, yakni satu dosen membimbing tiga tim. "Padahal idealnya adalah satu dosen membimbing satu tim saja, sehingga lebih fokus," paparnya. Bila hal itu bisa diwujudkan, diharapkan prestasi ITS ke depan dalam ajang Pimnas bisa lebih meningkat.




Indonesia Persembahkan Emas di Ajang IChO ke-43 Turki

Les Privat FisMat-C -- Hebat dan Luar biasa buat pelajar terbaik bangsa ini, yang dengan bangga membersembahkan medali emas dan perak pada ajang International Chemistry Olimpiad (IChO) ke-43 yang dilaksanakan di Middle East Technical University, Ankara, Turkey dari tanggal 9-18 Juli 2011. Pada pergelaran ini timnas IChO Indonesia harus bersaing dengan 270 peserta dari 72 negara di seluruh dunia. Adapun kontingen Indonesia diwakili oleh Stephen Haniel Yuwono (SMAN 1 Purwokerto), Joses Grady Nathanael (SMAK BPK Penabur Gading Serpong), Andhika Tangguh Pradana (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan) dan Alimatun Nashira (SMA 1 Teladan Yogyakarta).



Perjuangan pelajar terbaik bangsa ini membuahkan hasil yang luar biasa dengan menyumbangkan medali emas oleh Stephen Haniel Yuwono (SMAN 1 Purwokerto) dengan nilai 92.30 dan Joses Grady Nathanael (SMAK BPK Penabur Gading Serpong) dengan nilai 92.01, dan menyumbang medali perak atas nama Andhika Tangguh Pradana (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan) dengan nilai 87.37 dan Alimatun Nashira (SMA 1 Teladan Yogyakarta) dengan nilai 80.64. dengan perolehan medali ini, maka timnas IChO Indonesia ini berhasil menduduki rangking 5 besar dunia kontingen. Sementara itu kontingen dari China berhasil menduduki rangking pertama dengan mempersembahkan empat medali emas dan sekaligus memperoleh nilai tertinggi, posisi kedua ditempati Korea Selatan, di susul Rusia, dan Negara ASEAN lainnya Thailand. http://nernst.chem.metu.edu.tr/icho2011/.
Prestasi yang membanggakan ini merupakan buah kerja keras, semangat juang dan pantang menyerah dalam proses memecahkan soal-soal yang tentunya memiliki kesulitan yang cukup tinggi, baik itu teori maupun pada soal praktek. Penghargaan yang setinggi-tingginya pada kita sematkan pada pembimbing dan pelajar terbaik ini. Karena ditengah situasi politik bangsa yang sedang tidak kondusif ini, ada berita membanggakan yang patut kita apresiatif. Semoga kelak mereka menjadi orang-orang hebat yang mampu membawa nama baik bangsa yang kita cintai ini. (firdaus arsyad)




sumber: sini

UGM Kembali Jadi Juara PIMNAS XXIV Makasar

Les Privat FisMat-C --YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali mempertahankan predikat sebagai juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIV yang berlangsung di Makassar 19-21 Juli 2011. Kepastian juara tersebut disampaikan Ketua Dewan Juri Prof. Dr. Ir Ronny R. Noor, M.Rur. Sc, pada malam penutupan PIMNAS yang berlangsung di Gedung Baruga Andi Pangerang Petta Rani, Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis (19/7/2011) malam.
Di peringkat kedua ditempati oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Negeri Semarang sebagai juara ketiga nasional.



Direktur Kemahasiswaan UGM Drs. Haryanto, M.Si mengatakan, acara penutupan berlangsung dalam   suasana cukup panas dan tegang. Tiap kali dewan juri menyebutkan tim yang menjadi juara di masing-masing kategori, langsung disambut yel-yel masing-masing kontingen perguruan tinggi. Lebih menegangkan lagi, saat jumlah perolehan medali emas antara perguruan tinggi tidak ada yang mencolok. Perolehan medali UGM dan ITS saling susul-menyusul. Hingga akhirnya, Dewan Juri menyebutkan perguruan tinggi yang berhak menyandang juara nasional.
"Atas keputusan dewan Juri, juara umum adalah Universitas Gadjah Mada," kata Ronny.
Keputusan ini disambut gembira oleh 169 mahasiswa UGM dan 70 dosen pendamping. Haryanto mengaku puas dan bangga atas hasil yang dicapai oleh 39 tim dari UGM. Persiapan yang dilakukan secara matang selama beberapa bulan, menurutnya, membuahkan hasil.
"Kita pastinya bangga. Kehadiran dosen pembimbing dan pembina mampu memberikan semangat kepada mahasiswa dalam mengikuti proses kompetisi yang berlangsung," katanya.
Haryanto menambahkan, selama berada di Makassar, tim mahasiswa selalu mendapat pantauan dari dosen pembimbing masing-masing. "Mereka tidak dilepas begitu saja. Sebelum hari H, kita masih mendampingi hingga dini hari menjelang kompetisi," ujarnya.
Danis Sri Wijaya, Ketua Kontingen Mahasiswa UGM, tak bisa menutupi kegembiraannya. "Yang jelas pasti senag sekali. Saya bisa lega dan bangga telah membantu mengoordinasi mahasiswa UGM hingga akhirnya bisa juara PIMNAS," ujarnya.
Berikut ini adalah peringkat 10 besar PIMNAS XXIV:
1. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
3. Universitas Negeri Semarang
4. Institut Pertanian Bogor
5. Universitas Brawijaya, Malang
6. Universitas Airlangga, Surabaya
7. STIE Malangkucecwara
8. Universitas Muhammadiyah Surakarta
9. Institut Teknologi Bandung
10. Universitas Padjajaran.




sumber: sini

Kamis, 21 Juli 2011

Pemkot Pontianak Gratiskan Pendidikan 600 Anak Miskin

PONTIANAK, Les Privat - Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, akan menggratiskan biaya sekolah sebanyak 600 anak dari keluarga miskin untuk jenjang SMP hingga SMA pada 2012.

"Satu siswa dalam program itu akan kami bantu sebesar Rp 1,8 juta/tahun sehingga anak-anak dari keluarga miskin bisa mengenyam pendidikan gratis mulai dari penyedian seragam sekolah, buku belajar, alat tulis, dan biaya masuk sekolah," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Kamis (21/7/2011).

Ia menjelaskan, program itu selain membantu anak dari keluarga miskin agar bisa mengeyam pendidikan hingga tingkat SMA juga secara tidak langsung membantu sekolah-sekolah swasta yang punya ruangan belajar tetapi tidak punya siswa baru.

"Kami akan mengarahkan anak-anak yang mendapat program itu ke sekolah-sekolah swasta yang punya ruang belajar tetapi muridnya sedikit seperti SMA Sultan Syarif Abdurrahman," kata Sutarmidji.

Dari sekitar 600 anak dari keluarga miskin itu, sekitar 300 disekolahkan di tingkat SMP dan sisanya tingkat SMA. "Semuanya akan disekolahkan di sekolah-sekolah swasta yang ada di Pontianak," ujarnya.

Untuk perekrutannya, menurut dia, diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kota Pontianak karena yang dipilih memang betul-betul dari anak-anak dari keluarga miskin.

"Kami berencana program tersebut akan setiap tahun digulirkan sehingga bisa menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin dan secara tidak langsung membantu sekolah-sekolah swasta yang kesulitan dalam mencari siswa/siswi baru," kata Sutarmidji.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak mengatakan kota ini mendapat penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Insa Allah saya akan hadir dalam penghargaan Kota Pontianak sebagai KLA dan dari berbagai pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia oleh presiden di Ancol, Sabtu (23/7/2011)," katanya.

Menurut dia, ditetapkannya Kota Pontianak sebagai KLA karena telah berusaha meningkatkan pendidikan para anak-anak, kesehatan anak, penyedian tempat bermain, taman, jaminan kesehatan anak-anak sekolah mulai dari SD hingga SMP bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, meskipun jumlahnya belum maksimal.

sumber: sini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting