Selasa, 02 Agustus 2011

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Untuk Mendapatkan Beasiswa

Les Privat FisMat-C - Apakah Anda sedang mempersiapkan aplikasi beasiswa? 10 hal di bawah ini perlu Anda perhatikan. Sederhana, tetapi kerap terlupakan. Padahal, sangat menentukan kemenangan Anda meraih sebuah beasiswa!
1. Identifikasi dan pelajari tujuan dari beasiswa tersebut
Siapa yang diinginkan pemberi donor untuk mendapatkan beasiswa ini? Mereka adalah kandidat yang paling memenuhi persyaratan sponsor secara formal maupun non-formal. Oleh karena itu, jika ingin memenangkan beasiswa, Anda harus memenuhi persyaratan yang disebutkan. Banyak kandidat yang hanya memenuhi persyaratan yang terlihat saja. Jangan lakukan ini! Periksa dengan teliti informasi dan rincian tentang tujuan sponsor dalam memberikan beasiswa. Dengan memenuhi tujuan sponsor, semakin meningkatkan kemungkinan Anda untuk menang.

2. Aktiflah berorganisasi


Perlu diketahui, pertimbangan yang digunakan komite beasiswa ternyata tidak hanya kandidat yang memiliki IPK tinggi. Sebaliknya, mereka terkadang mengincar kandidat yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Aktif di berbagai kegiatan dan organisasi akan membuat Anda tampak menonjol di mata pemberi beasiswa.

3. Perhatikan tenggat waktu pengumpulan berkas aplikasi
Kita tidak akan pernah tahu, berapa banyak kesempatan beasiswa yang hilang karena tenggat waktu. Ketika seorang kandidat mengirimkan banyak berkas lamaran beasiswa, hal ini bisa jadi akan membuat bingung. Berkas lamaran bisa jadi tertukar dan dikirimkan pada jadwal yang salah. Untuk menghindari hal ini, Anda harus menandainya di kalender atau di jadwal online.

Misalnya, pada kalender, tulis nama masing-masing beasiswa dan berikan warna merah pada harideadline. Berikan juga warna hitam seminggu sebelum deadline. Cobalah selesaikan aplikasi beasiswa pada hari yang ditandai hitam dan pastikan Anda menyelesaikan sebelum hari yang berwarna merah.

4. Mengoreksi aplikasi beasiswa


Koreksi, koreksi, dan koreksi. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan peluang Anda memenangkan beasiswa. Komite beasiswa biasanya tidak mempertimbangkan aplikasi beasiswa yang memiliki kesalahan yang besar. Beberapa hal yang perlu dicek, diantaranya: - Apakah Anda menuliskan alamat Anda dengan benar? - Apakah Anda menuliskan nama beasiswa dengan benar? - Bagaimana dengan nama koordinator anda? - Setelah anda memverifikasi informasi pada aplikasi Anda, periksa juga esai yang Anda tulis. Apakah ada kesalahan ejaan? Bagaimana dengan tata letak bahasa yang anda gunakan? Apakah header esai sudah memenuhi standar format?

Hanya butuh sedikit waktu untuk membuat Anda menjadi pemenang!

5. Cari, cari, dan cari! 


Ketekunan adalah salah satu kunci untuk mendapatkan beasiswa. Mencari beasiswa yang baik terkadang merupakan hal yang sulit. Setiap orang pernah merasakan mencari informasi beasiswa lebih dari dua jam tanpa mendapatkan beasiswa yang cocok dengan dirinya. Namun, jangan menyerah. Anda dapat berhenti di hari itu, lalu lanjutkan pencarian di esok hari. Pikirkan ini, jika Anda semakin keras mencari beasiswa yang cocok untuk Anda, maka akan semakin banyak peluang yang Anda miliki. Jadi teruslah mencari dan Anda akan mendapatkannya.

6. Mengatur lingkungan sekitar dan waktu Anda
Menjaga waktu agar tetap terorganisir merupakan salah satu kebiasaan paling penting dan harus selalu dikembangkan. Ini membantu waktu belajar Anda. Selain itu, membantu untuk mendapatkan beasiswa yang akan Anda dapatkan. Ketika keadaan sekeliling Anda sudah terorganisir dengan baik, hal ini akan membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi pada aplikasi beasiswa Anda. Di sisi lain, ketika Anda sudah teratur, Anda dengan mudah membunuh waktu luang dan memenuhi tenggat waktu. Jadi, tetaplah terorganisir!7. Tulislah daftar prestasi Anda dalam sebuah resume

Seringkali saat menulis aplikasi beasiswa, sulit mengingat beberapa bagian penting dari informasi pribadi Anda.  Misalnya, tanggal memulai sebuah pekerjaan, atau apa yang dikatakan oleh bos anda tentang pekerjaan Anda. Jadi, sebelum anda memulai menulis aplikasi, persiapkan resume prestasi Anda. Pada resume ini mencakup informasi penting seperti tanggal, ringkasan pekerjaan Anda serta rekomendasi dari seseorang yang berpengaruh.
8. Gunakan contoh-contoh konkret dalam esai Anda

Jika sebuah beasiswa mensyaratkan Anda untuk menulis sebuah esai, jangan menggunakan informasi abstrak. Gunakanlah hal-hal konkret dalam contoh tulisan Anda. Misalnya, daripada anda menulis esaia abstrak tentang relawan di perguruan tinggi, lebih baik tuliskan pengalaman Anda sebagai relawan di perguruan tinggi. Hal inilah yang dicari oleh sponsor beasiswa. Mereka ingin mendengar tentang Anda dan pengalaman Anda, bukan tentang topik abstrak.
9. Periksa kembali persyaratan kelayakan

Apakah beasiswa sudah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan? Berapa IPK minimal? Memeriksa kembali persyaratan akan menghemat waktu  yang dihabiskan untuk menuliskan aplikasi beasiswa.
10. Hati-hati dengan penipuan atas nama beasiswa

Semakin banyaknya orang yang berburu beasiswa, maka semakin banyak pula orang-orang tak bertanggungjawab yang mencuri peluang. Oleh karena itu, kenalilah tanda-tanda penipuan yang menawarkan beasiswa. Jika ada aturan yang mengatakan beasiswa yang akan diberikan membutuhkan uang untuk mendapatkannya, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Tapi, terkadang penipuan tidak meminta uang saja. Ada juga penipuan yang meminta informasi pribadi. Sehingga, para penipu bisa melakukan pencurian identitas atau kejahatan lainnya dengan menggunakan informasi pribadi Anda.

sumber: sini

Guru Malas Kena Sanksi

SUNGAI RAYA, Les Privat FisMat-C — Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya Frans Randus mengatakan, pihaknya tak segan memberikan sanksi bagi guru yang malas mengajar selama bulan Ramadhan. Menurut dia, berpuasa tidak bisa dijadikan alasan bagi seseorang untuk tidak bekerja. Hal itu telah disampaikan kepada semua kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mengawasi bersama kinerja guru, baik pada saat maupun di luar bulan Ramadhan.
"Kinerja para guru akan menjadi sorotan utama bagi Pemkab Kubu Raya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Kami tentu tidak main-main dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada, khususnya dalam bidang pendidikan, terlebih jika mengetahui masih ada guru yang malas mengajar selama puasa," kata Frans di Sungai Raya, Selasa (2/8/2011).
Frans mengungkapkan, sanksi tegas harus diberikan kepada guru-guru yang tidak menjalankan tugas dengan baik. Selain itu, secara formal setiap guru harus memenuhi administrasi pendidikan, seperti mengisi daftar kehadiran.
"Kita tidak ingin ada guru yang malas mendapatkan tunjangan dan fasilitas seperti guru yang rajin mengajar," katanya.
Sanksi apa yang akan diberikan, lanjutnya, akan disesuaikan dengan ketentuan disiplin pegawai yang berlaku. "Bisa saja berupa penundaan pemberian gaji atau sejenisnya. Yang jelas sanksi tersebut dapat memberikan efek jera bagi para guru yang malas," kata Frans.
Dia menambahkan, kepala sekolah diharapkan dapat bertindak tegas. Jika ada guru yang tidak mengajar selama tiga hari berturut-turut, sudah seharusnya yang bersangkutan ditegur.
"Jika masih ngeyel, ya, diberi sanksi agar menimbulkan efek jera. Kepala sekolah memiliki peranan penting dalam menyukseskan program pendidikan di sekolah. Terlebih dengan diterapkan sistem otonomi sekolah, fungsi kepala sekolah semakin memiliki peranan penting terhadap keberhasilan pendidikan," katanya.





sumber: sini

Demo Guru Honorer di Bekasi

BEKASI, Les Privat FisMat-C - Sekitar 50 orang anggota Komite Guru Bekasi kembali berunjuk rasa di Kantor Wali Kota Bekasi, Selasa (2/8/2011).
Mereka menuntut agar ribuan tenaga honorer, terutama guru dan petugas tata usaha, diangkat sebagai pegawai negeri sipil. Demonstrasi dengan tuntutan yang sama sudah dilakukan berkali-kali oleh Komite Guru Bekasi sejak Juni 2011.
Ketua Komite Guru Bekasi Mukhlis Setiabudi mengatakan, Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berjanji menindaklanjuti tuntutan itu. "Tetapi tuntutan belum juga dipenuhi sehingga kami terpaksa unjuk rasa," katanya.

sumber: sini

Studi di Luar Negeri

JAKARTA, Les Privat FisMat-C — Memberikan pendidikan terbaik bagi anak merupakan keinginan semua orangtua. Pilihannya, bisa jadi di dalam negeri, atau pun di luar negeri. Tergantung pada kemampuan ekonomi dan kemampuan si anak sendiri. Saat ini, anak-anak juga sudah mulai kritis dan bisa menentukan pilihannya sendiri. Bagaimana jika ia ingin melanjutkan studi di luar negeri?
Biasanya, anak akan mendapatkan gambaran sekolah setelah mereka mengetahui minat dan bakatnya. Setelah anak sudah memiliki persiapan yang matang dalam segi akademis dan mental, orangtua yang akan berperan untuk mewujudkannya. Tak mudah untuk menyekolahkan anak keluar negeri. Banyak yang harus disiapkan. Mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, uang saku, hingga lain sebagainya.
"Banyak orangtua yang memulangkan anaknya dari luar negeri karena uang yang dimilikinya tidak cukup," ungkap Senior VP Head Of Marketing and Customer Proposition HSBC Ivy Widjaja, Sabtu (30/7/2011) di Jakarta.
Oleh karena itu, menurutnya, orangtua wajib membuat perhitungan yang matang tentang uang yang akan dikeluarkan selama anaknya sekolah di luar negeri.
"Misalnya saja, anak akan sekolah di Harvard University, ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp 2,4 miliar. Ini termasuk tuition fee, tempat tinggal, dan uang asrama, melihat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS," papar Ivy. Ia mengungkapkan, ada sejumlah program perencanaan pendidikan yang bisa dipilih orangtua. Perencanaan ini meliputi fasilitas perencanaan pendidikan terpadu untuk menunjang persiapan pendidikan di luar negeri. Fasilitas yang diberikan berupa perencanaan, baik dari sisi finansial maupun akademis.
"Mempersiapkan pendidikan pada dasarnya dilakukan sejak anak masih kecil sehingga dana pendidikan akan tersedia lebih optimal. Dengan adanya Education Planning, hal itu akan membantu mempersiapkan strategi investasi terbaik agar potensi anak dapat ditunjang oleh kemampuan finansial orangtua," kata Ivy. Dengan mengikuti berbagai program, seperti Education Planning, ia mengungkapkan, orangtua akan lebih terarah dalam mempersiapkan sejak dini studi bagi anaknya di luar negeri.
"Membantu mengetahui bakat anak, menentukan tujuan pendidikan, dan mempersiapkan dana pendidikan secara optimal sejak dini. Setelah itu, kita akan ikut membantu persiapan keberangkatan keluar negeri hingga anak berada di luar negeri," kata dia.

sumber: sini

Prof Robert Huber Beri Kuliah Umum di ITB

BANDUNG, Les Privat FisMat-C - Peraih Nobel Bidang Kimia tahun 1988, Prof Robert Huber mengunjungi dan memberikan kuliah umum kepada 5.000 mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam kunjungannya, Prof Robert Huber, menyampaikan bekal tentang bagaimana menjadi seorang ilmuwan kimia yang unggul dalam bentuk orasi ilmiah berjudul How I Become a Scientist, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Selasa (2/8/2011).
Kunjungan Huber ini merupakan bagian dari keputusan PBB yang menetapkan tahun 2011 merupakan bagian dari International Year of Chemistry (IYC).  Ketua Pelaksana Huber Visit sekaligus Ketua IYC HKI, Ismunandar mengatakan, sepanjang awal Agustus 2011 ini, Prof Huber akan mengisi berbagai acara di kampus ITB.
"Tujuan dari kunjungan Prof Huber ialah untuk meningkatkan apresiasi dan pemahaman masyarakat pada kimia," kata Ismunandar.
Ia berharap, kunjungan tersebut juga mendorong minat generasi muda di Indonesia terhadap kimia.
"Kami berharap kunjungan tersebut bisa menciptakan semangat untuk masa depan kimia yang kreatif," katanya.
Kunjungan Prof Robert Huber ke ITB sudah berlangsung sejak Senin kemarin, yang diawali dengan pertemuan dan penandatanganan plakat penginspirasi di Kimia FMIPA ITB. Pada hari Rabu (3/8/2011) besok, Huber juga akan mengisi acara One Day with Huber yang terdiri dari Nobel Laureate public lecture "Proteases and their regulation: basic science and application in medicine" di Aula Barat ITB.

sumber: sini

Rabu, 27 Juli 2011

Guru: Tonggak Inti Pendidikan



Les Privat FisMat-C --Mojokerto ---  Kementerian Pendidikan Nasional siap memberikan dukungan terhadap para guru untuk terus mengembangkan kualitas diri. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan hal ini dalam Kongres 1 Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu), di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, (23/7).

Menteri Nuh menjelaskan, tidak ada pembedaan guru swasta maupun negeri. "Pada umumnya semua guru sama, memiliki empat ranah, yaitu pedagogi, akademik, sosial, dan keilmuan," ujarnya.

Dalam arahannya, Menteri Nuh menjelaskan pengertian kata guru yang berarti penghancur kegelapan. "Dari pengistilahan, guru itu dari bahasa sansekerta. Gu artinya kegelapan, Ru artinya penghancur". Guru harus bisa menjadi energi untuk melenyapkan kegelapan, sekaligus menjadi sumber cahaya kehidupan bagi murid-murid pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

Keberadaan guru di Indonesia harus bisa menjadi teladan sumber inspirasi murid dan lingkungan sekitarnya. Sehingga diharapkan, masyarakat menjadi tercerahkan dengan adanya keberadaan guru, baik dari segi pemikiran, maupun tingkah laku. Terlebih lagi, guru harus menghadapi murid-murid dengan karakteristik yang sangat beragam. "Saat ini guru harus bisa mengembangkan diri sebagai sumber energi dalam dunia pendidikan kita. Kalau guru tidak profesional, murid akan mati akal dan hati," ucap Menteri Nuh.

Karena itu, Kemdiknas siap bekerjasama dengan organisasi guru seperti Pergunu, untuk meningkatkan dan mengembangkan profesionalitas diri guru. Diharapkan, dengan adanya organisasi atau persatuan guru, semua aspirasi dan ide untuk melakukan perbaikan kualitas guru dan dunia pendidikan bisa disalurkan secara terorganisir. Menteri Nuh juga meminta Pergunu menyediakan sesi akhir pada kongres ini, untuk merumuskan kebutuhan-kebutuhan guru di masa sekarang.

Kongres 1 Pergunu berlangsung tiga hari, yaitu pada 22-24 Juli 2011, di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Kongres ini dihadiri ratusan guru yang berasal dari 33 propinsi di seluruh Indonesia. (Lian)

sumber: sini

PTN Segera Gunakan Sistem Keuangan Online

Les Privat FisMat-C -- Les Privat FisMat-C -- Jakarta ---  Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh memberikan tiga solusi untuk perapihan administrasi di perguruan tinggi negeri. Tiga solusi ini harus dijalankan supaya tidak ada lagi rekening di unit-unit Kementerian Pendidikan Nasional yang belum terdaftar di Kementerian Keuangan. Salah satu solusinya adalah dengan integrasi sistem, melalui sistem keuanganonline.

"Meskipun belum terdaftar di Kementerian Keuangan, rekening tetap resmi terdaftar di bank (berstatus) BUMN. Sehingga dengan sistem keuanganonline yang terintegrasi, bisa bekerja sama dengan bank-bank tersebut supaya melaporkan rekening yang berasal dari perguruan tinggi negeri," ujar Menteri Nuh seusai melantik pejabat eselon 1 di Graha Utama Kemdiknas, hari ini (25/7).

Solusi lainnya adalah dengan menerapkan sistem reward and punishmentdalam pengelolaan keuangan di lingkungan Kemdiknas. "Kalau perlu sanksinya diumumkan." Dengan begitu, diharapkan mekanisme kontrol dalam internal perguruan tinggi negeri dapat berjalan dengan baik.

Selain menerapkan sistem keuangan online yang terintegrasi dan sistemreward and punishment, Kemdiknas juga akan memberikan pendampingan kepada perguruan tinggi negeri dalam hal administrasi, salah satunya dengan memberikan pendidikan dan pelatihan secara berkala.

Adapun tentang tim survei yang dibentuk untuk mengetahui pungutan pendidikan di daerah-daerah, saat  ini Kemdiknas masih menunggu hasilnya. Tim tersebut terdiri dari tiga unsur yaitu Inspektorat Jenderal Kemdiknas, Inspektorat Jenderal Kemdagri, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menteri Nuh berjanji akan mengumumkan hasilnya, setelah tim memberikan laporan pada 27 Juli mendatang. (lian)

sumber: sini

Komunikasi Karakter Untuk Kesuksesan

Les Privat FisMat-C --Jambi --- Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan, untuk mencapai kesuksesan pembangunan karakter di butuhkan komunitas karakter (community of character). Dengan adanya komunitas seperti ini diharapkan ada keberlangsungan pembangunan karakter di seluruh lapisan masyarakat.

"Apabila pembangunan karakter melalui pendidikan di sekolah saja, dan tidak didukung pembangunan karakter di lingkungan masyarakat, mustahil terwujud," kata Fasli ketika beramah tamah dengan para guru di Jambi, Minggu ( 24/7 ). Masyarakat memiliki peranan penting dalam upaya membangun karakter bangsa, karena dalam lingkup masyarakat selalu tumbuh nilai-nilai yang berlaku secara sosial. "Di masyarakatlah tumbuh nilai-nilai yang kemudian kita maknai ".

Fasli pun menyinggung mengenai media massa yang terkadang memberikan ekses buruk terhadap perkembangan karakter anak. Sebagai bagian dari sistem sosial masyarakat media massa memiliki efek dan dampak yang berpengaruh pada pembentukan sistem nilai, maka dari sangatlah dibutuhkan juga komunitas dari media massa yang mendukung pembangunan karakter, " kita memang mensyukuri terbukanya akses media massa sebagai bagian dari demokrasi, hanya saja tidak sedikit pula yang memberikan dampak yang buruk pada anak-anak kita, oleh karena itulah mari kita mulai memilih konten-konten media massa yang mendukung tumbuh kembang anak, berikan juga pengawasan, rangkul media massa sebagai komunitas yang ramah terhadap pembentukan karakter anak ".

Selain upaya tersebut, Fasli menyebutkan bahwa Kemdiknas menyiapkan pola pendidikan yang disebut media literacy, dengan pendidikan ini diharapkan para peserta didik mampu memproteksi dirinya dalam memilah konten media massa dengan baik. Pemerintah melalui Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI ) terus mengawasi konten-konten media massa di masyarakat.

Fasli menyebutkan, pendidikan karakter yang baik tidak hanya melulu melibatkan pengetahuan yang baik, tetapi juga menyertakan pengetahuan tentang bagaimana belajar merasa yang baik. "Kedua aspek tersebut akan berhasil bila dijadikan habituasi atau pembiasaan tingkah laku keseharian " ucap mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi ini ini sembari mengatakan bahwa pembangunan karakter selalu meresap dalam setiap ajaran agama. "Seluruh agama besar menyertakan pembangunan karakter dalam ajarannya, jadi dalam agama ada intersepsi yang universal tentang pembangunan karakter ".

Pada akhir paparannya Fasli menghimbau agar para pengampu pendidikan di tingkat sekolah, mampu memilih jenis pembangunan karakter yang akan dilaksanakan di sekolahnya.  "Pemilihan ini haruslah melalui konsensus bersama dan didisiplinkan, karena ini harus berjalan secara konsisten".

Kepala sekolah dan guru diwajibkan mampu memberikan contoh prilaku keteladanan dalam kehidupan keseharian, karena dengan cara seperti itu para peserta didik mampu mencontohnya suri teladan para gurunya, " Pendidikan Karakter itu bukan diajarkan tetapi harus dicontohkan dan dibiasakan, oleh karena itu tugas guru memang sangat berat, tetapi sekali kita mampu memahat karakter dengan baik di peserta didik kita, maka dampaknya akan terasa selama ratusan tahun " ujar Fasli. (yogi)

sumber: sini

Finlandia: Negara Dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

Les Privat FisMat-C -- Jika kita lihat diberita, banyak yang memberitakan bahwa anak-anak Indonesia selalu berprestasi dalam Olimpiade pendidikan, sepertiOlimpiade matematika, Olimpiade fisika dan sejenisnya. Hal ini menunjukan bahwa anak-anak indonesia tidak kalah kepintarannya dengan anak-anak lain di dunia.
Tapi timbul pertanyaan, mengapa perkembangan teknologi kita berjalan lambat? Banyak jawaban dari pertanyaan itu salah satunya adalah sistem pendidikan yang kurang baik, walaupun demikian kemajuan sistem pendidikan kita berjalan cukup lancar, kemungkinan kebangkitan industri kita akan berlangsung 25-50 tahun yang akan datang.
Beda dengan Sekolah Finlandia, selalu mencapai peringkat tinggi dunia dalam pendidikan dunia, meski murid di negara Eropa tersebut menjalani jam belajar paling singkat di kalangan negara maju.
Tahun lalu, sebanyak 100 delegasi dan pemerintah asing berkunjung ke ibukota Finlandia, Helsinki, dengan harapan belajar dari rahasia keberhasilan sekolah di negara tersebut.
Pada tahun 2006, murid sekolah Finlandia mencatat prestasi rata-rata tertinggi di bidang sains dan membaca di jajaran negara maju.
Untuk ujian standard OECD, bagi siswa kelompok usia 15 tahun, PISA, mereka juga menempati peringkat kedua di matematika. Mereka berada di belakang siswa di Korea Selatan.
Finlandia menggunakan filsafat pendidikan yang menyatakan setiap orang memiliki sesuatu untuk disumbangkan dan mereka yang mengalami kesulitan di mata pelajaran tertentu semestinya tidak ditinggalkan.
Suatu taktik yang diterapkan dalam hampir setiap mata pelajar adalah pengerahan guru bantu yang ditugasi untuk membantu murid yang mengalami kesulitan di mata pelajaran tertentu. Meski demikian, siswa ditempatkan dalam ruang kelas yang sama, tanpa memandang kemampuan mereka dalam pelajaran tersebut.
Menteri Pendidikan Finlandia, Henna Virkkunen, bangga akan catatan prestasi negaranya, tapi sasaran berikut yang dia hendak capai adalah menyasar para murid paling cemerlang.
Menurut OECD, anak-anak Finlandia memiliki jam belajar paling pendek di jajaran negara maju. Ini mencerminkansisi penting lain bagi pendidikan Finlandia.
Persekolahan tingkat dasar dan menengah digabung, sehingga murid tidak perlu berganti sekolah pada usia 13. Dengan cara ini, mereka terhindar dari masa peralihan yang bisa menganggu dari satu sekolah ke sekolah lain.
Ibu guru Marjaana Arovaara-Heikkinen yakin mempertahankan murid yang sama selama beberapa tahun juga mempermudah tugasnya.
“Saya seperti tumbuh dengan anak-anak saya sendiri. Saya melihat masalah yang mereka hadapi ketika mereka kecil. Dan, kini setelah lima tahun, saya masih melihat dan memahami perkembangan yang terjadi dalam masa muda mereka, langkah terbaik yang mereka bisa lakukan. Saya katakan kepada mereka saya seperti ibu sekolah mereka”, tuturnya.
Anak-anak di Finlandia baru mulai menjalani sekolah utama pada usia tujuh tahun. Gagasan bahwa sebelum itu mereka belajar paling efektif ketika bermain dan menjelang mereka akhirnya bersekolah mereka juga bersemangat untuk mulai belajar.
Jasa Orang Tua
Para orang tua Finlandia jelas memiliki andil atas prestasi sekolah yang mengesankan. Ada budaya membaca di kalangan anak-anak di rumah dan keluarga harus mengadakan kontak berkala dengan guru anak mereka.
Mengajar adalah karir prestisius di Finlandia. Guru sangat dihargai dan standar pengajaran tinggi.
Keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia tampaknya juga ditunjang budaya. Anak-anak belajar dalam suasana yang santai dan informal.
Finlandia mencatat arus imigrasi kecil. Jadi, ketika murid mulai belajar di sekolah, sebagian besar adalah penutur asli bahasa Finlandia dan ini menyisihkan hambatan yang sering dihadapi oleh masyarakat lain.
Keberhasilan sistem ini ditopang gagasan bahwa less can be more atausedikit bisa jadi lebih banyak. Ada penekanan untuk menjadikan sekolah yang santai dan bebas dari resep-resep politik. Kombinasi, menurut keyakinan orang Finlandia, berarti bahwa tidak ada anak yang tertinggal.
sumber: sini

Perahu Kayu Buatan Mahasiswa ITS Diminati Asing

Les Privat FisMat-C -- SURABAYA – Perahu kayu buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang mengikuti ajang bahari internasional "Atlantic Challenge" sejak 2002 hingga kini selalu diminati kalangan asing.

"Tahun 2010, tim Maritime Challenge (MC) ITS menggunakan Kapal Merdeka II yang diberi nama Kapal 'Garuda Nusantara' yang akhirnya dibeli Yayasan Atlantic Challenge untuk kapal percontohan dalam berbagai workshop di AS," kata Pembina Tim MC ITS, Prof DR Daniel M Rosyid, Senin (25/7).

Oleh karena itu, kata pakar kelautan itu, tim MC ITS membuat Kapal Merdeka III untuk mengikuti ajang serupa di Irlandia pada 24-31 Juli 2012 yang mulai dirancang sejak Maret 2011.

"Kapal yang dirancang dengan teknologi laminasi bambu itu juga sudah ditawar untuk dibeli oleh tim dari Belanda dan Belgia. Tapi kami belum memutuskan, karena adik-adik mahasiswa masih fokus pada pengerjaan perahu dan persiapan tim lomba," ujarnya.

Menurut Daniel, Kapal Merdeka I yang mengikuti ajang serupa sejak 2002 juga mendapatkan penghargaan sebagai perahu kayu tercantik dengan tim yang sportif dan memiliki "spirit" pun masuk ke Museum Kanada. 

Kapal Merdeka II sendiri dibeli Yayasan Atlantic Challenge senilai 35 ribu dolar AS yang akhirnya digunakan untuk memberangkatkan tim MC ITS pada lomba kebaharian atau kepelautan di Irlandia pada 2012.

Hal serupa juga terjadi pada Kapal Merdeka III. "Kalau laku pun hasilnya akan kami gunakan memberangkatkan tim pada lomba serupa pada tahun 2014, sedangkan bantuan sponsor akan kami gunakan pengerjaan kapal itu sendiri," jelas Daniel.

Tentang teknologi laminasi bambu, Daniel mengaku bambu dijadikan alternatif, karena kayu semakin sulit dicari dan harganya pun mahal. Apalagi kandungan serat bambu juga lebih bagus, sehingga kapal akan lebih kuat.

"Dengan dukungan lem dari rekanan dari perusahaan Jepang di Probolinggo, kami sudah menggunakan laminasi bambu untuk tiang kapal. Dan untuk lomba kebaharian internasional 2012 akan kami gunakan untuk tempat duduk penumpang," katanya.

Senada dengan Daniel, Kepala Laboratorium Perkapalan PPNS ITS Surabaya, Putu Arta Wibawa, menegaskan bahwa kapal yang terbuat dari fiberglass yang dibuat mahasiswa ITS untuk praktik juga banyak diminati pembeli lokal.

"Kami sudah pernah melayani pesanan kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebanyak tiga unit untuk operasi di wilayah terdepan Indonesia di Ternate dan Irian," ujarnya.



sumber: sini
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting