Jumat, 22 Juli 2011

ITS Pertahankan Posisi II di PIMNAS XXIV Makasar

Les Privat FisMat-C -- SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempertahankan posisinya sebagai Juara Umum II di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXIV 2011 di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Kepastian kemenangan tersebut dibacakan pada upacara penutupan Pimnas di gedung Baruga Andi Pangerang Pettarani Unhas, Kamis (21/7) malam.

Perincian piala yang direbut, yakni 3 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Raihan emas ini sama persis dengan Pimnas pada 2010 di Denpasar. Peringkat pertama direbut Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dengan 7 emas, 1 perak, dan 2 perak.

Menurut wakil ketua tim Pimnas ITS, Putu Gde Ariastita, masih ada beberapa hal yang harus ditingkatkan bagi perbaikan tim ITS untuk menghadapi Pimnas di tahun mendatang. Antara lain, kualitas mahasiswa ketika menjawab pertanyaan juri pada saat presentasi.

ITS, kata dia, juga perlu menambah SDM untuk mendukung persiapan lomba seperti ini. "Mahasiswa ITS bersemangat dalam berlomba, namun jumlah dosen pembimbing masih kurang," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.

Pada Pimnas 2011, UGM tercatat sebagai tim terbanyak yang meloloskan PKM, yakni sebanyak 39 PKM. Sedangkan ITS di posisi kedua dengan 32 PKM. Di lomba presentasi PKM ini, ITS gagal memperoleh medali di kategori PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM).

Tiga emas diperoleh ITS dari kategori PKM Gagasan Tulis (PKMGT) 1, PKM Teknologi (PKMT) 1, dan PKM Penelitian (PKMP) 1. Untuk perak disumbangkan dari kategori PKMT 3, PKM Kewirausahaan (PKMK) 1 dan 2. Sedangkan perunggu berasal dari kategori PKMGT 2, PKMT 1, PKMT 2, dan PKM P 4.

Sementara itu, untuk lomba poster PKM ini, ITS meraih 1 emas dari kategori PKMK 1. Tiga perak dari PKMM 1, PKMM 3, dan PKMP 3. Sedangkan raihan 4 perunggu dari kategori PKMT 3, PKMGT 1, PKMK 3, dan PKMP 2.

Pada lomba penunjang berupa Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), ITS berhasil meraih posisi pertama dan kedua pada bidang Kemaritiman kategori Teknologi Kelautan, serta posisi kedua pada bidang Kewirausahaan.

Saat ini, sambung Putu, perbandingan antara dosen pembimbing dengan jumlah tim di ITS adalah 1:3, yakni satu dosen membimbing tiga tim. "Padahal idealnya adalah satu dosen membimbing satu tim saja, sehingga lebih fokus," paparnya. Bila hal itu bisa diwujudkan, diharapkan prestasi ITS ke depan dalam ajang Pimnas bisa lebih meningkat.




Indonesia Persembahkan Emas di Ajang IChO ke-43 Turki

Les Privat FisMat-C -- Hebat dan Luar biasa buat pelajar terbaik bangsa ini, yang dengan bangga membersembahkan medali emas dan perak pada ajang International Chemistry Olimpiad (IChO) ke-43 yang dilaksanakan di Middle East Technical University, Ankara, Turkey dari tanggal 9-18 Juli 2011. Pada pergelaran ini timnas IChO Indonesia harus bersaing dengan 270 peserta dari 72 negara di seluruh dunia. Adapun kontingen Indonesia diwakili oleh Stephen Haniel Yuwono (SMAN 1 Purwokerto), Joses Grady Nathanael (SMAK BPK Penabur Gading Serpong), Andhika Tangguh Pradana (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan) dan Alimatun Nashira (SMA 1 Teladan Yogyakarta).



Perjuangan pelajar terbaik bangsa ini membuahkan hasil yang luar biasa dengan menyumbangkan medali emas oleh Stephen Haniel Yuwono (SMAN 1 Purwokerto) dengan nilai 92.30 dan Joses Grady Nathanael (SMAK BPK Penabur Gading Serpong) dengan nilai 92.01, dan menyumbang medali perak atas nama Andhika Tangguh Pradana (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan) dengan nilai 87.37 dan Alimatun Nashira (SMA 1 Teladan Yogyakarta) dengan nilai 80.64. dengan perolehan medali ini, maka timnas IChO Indonesia ini berhasil menduduki rangking 5 besar dunia kontingen. Sementara itu kontingen dari China berhasil menduduki rangking pertama dengan mempersembahkan empat medali emas dan sekaligus memperoleh nilai tertinggi, posisi kedua ditempati Korea Selatan, di susul Rusia, dan Negara ASEAN lainnya Thailand. http://nernst.chem.metu.edu.tr/icho2011/.
Prestasi yang membanggakan ini merupakan buah kerja keras, semangat juang dan pantang menyerah dalam proses memecahkan soal-soal yang tentunya memiliki kesulitan yang cukup tinggi, baik itu teori maupun pada soal praktek. Penghargaan yang setinggi-tingginya pada kita sematkan pada pembimbing dan pelajar terbaik ini. Karena ditengah situasi politik bangsa yang sedang tidak kondusif ini, ada berita membanggakan yang patut kita apresiatif. Semoga kelak mereka menjadi orang-orang hebat yang mampu membawa nama baik bangsa yang kita cintai ini. (firdaus arsyad)




sumber: sini

UGM Kembali Jadi Juara PIMNAS XXIV Makasar

Les Privat FisMat-C --YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali mempertahankan predikat sebagai juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIV yang berlangsung di Makassar 19-21 Juli 2011. Kepastian juara tersebut disampaikan Ketua Dewan Juri Prof. Dr. Ir Ronny R. Noor, M.Rur. Sc, pada malam penutupan PIMNAS yang berlangsung di Gedung Baruga Andi Pangerang Petta Rani, Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis (19/7/2011) malam.
Di peringkat kedua ditempati oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Negeri Semarang sebagai juara ketiga nasional.



Direktur Kemahasiswaan UGM Drs. Haryanto, M.Si mengatakan, acara penutupan berlangsung dalam   suasana cukup panas dan tegang. Tiap kali dewan juri menyebutkan tim yang menjadi juara di masing-masing kategori, langsung disambut yel-yel masing-masing kontingen perguruan tinggi. Lebih menegangkan lagi, saat jumlah perolehan medali emas antara perguruan tinggi tidak ada yang mencolok. Perolehan medali UGM dan ITS saling susul-menyusul. Hingga akhirnya, Dewan Juri menyebutkan perguruan tinggi yang berhak menyandang juara nasional.
"Atas keputusan dewan Juri, juara umum adalah Universitas Gadjah Mada," kata Ronny.
Keputusan ini disambut gembira oleh 169 mahasiswa UGM dan 70 dosen pendamping. Haryanto mengaku puas dan bangga atas hasil yang dicapai oleh 39 tim dari UGM. Persiapan yang dilakukan secara matang selama beberapa bulan, menurutnya, membuahkan hasil.
"Kita pastinya bangga. Kehadiran dosen pembimbing dan pembina mampu memberikan semangat kepada mahasiswa dalam mengikuti proses kompetisi yang berlangsung," katanya.
Haryanto menambahkan, selama berada di Makassar, tim mahasiswa selalu mendapat pantauan dari dosen pembimbing masing-masing. "Mereka tidak dilepas begitu saja. Sebelum hari H, kita masih mendampingi hingga dini hari menjelang kompetisi," ujarnya.
Danis Sri Wijaya, Ketua Kontingen Mahasiswa UGM, tak bisa menutupi kegembiraannya. "Yang jelas pasti senag sekali. Saya bisa lega dan bangga telah membantu mengoordinasi mahasiswa UGM hingga akhirnya bisa juara PIMNAS," ujarnya.
Berikut ini adalah peringkat 10 besar PIMNAS XXIV:
1. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
3. Universitas Negeri Semarang
4. Institut Pertanian Bogor
5. Universitas Brawijaya, Malang
6. Universitas Airlangga, Surabaya
7. STIE Malangkucecwara
8. Universitas Muhammadiyah Surakarta
9. Institut Teknologi Bandung
10. Universitas Padjajaran.




sumber: sini

Kamis, 21 Juli 2011

Pemkot Pontianak Gratiskan Pendidikan 600 Anak Miskin

PONTIANAK, Les Privat - Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, akan menggratiskan biaya sekolah sebanyak 600 anak dari keluarga miskin untuk jenjang SMP hingga SMA pada 2012.

"Satu siswa dalam program itu akan kami bantu sebesar Rp 1,8 juta/tahun sehingga anak-anak dari keluarga miskin bisa mengenyam pendidikan gratis mulai dari penyedian seragam sekolah, buku belajar, alat tulis, dan biaya masuk sekolah," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Kamis (21/7/2011).

Ia menjelaskan, program itu selain membantu anak dari keluarga miskin agar bisa mengeyam pendidikan hingga tingkat SMA juga secara tidak langsung membantu sekolah-sekolah swasta yang punya ruangan belajar tetapi tidak punya siswa baru.

"Kami akan mengarahkan anak-anak yang mendapat program itu ke sekolah-sekolah swasta yang punya ruang belajar tetapi muridnya sedikit seperti SMA Sultan Syarif Abdurrahman," kata Sutarmidji.

Dari sekitar 600 anak dari keluarga miskin itu, sekitar 300 disekolahkan di tingkat SMP dan sisanya tingkat SMA. "Semuanya akan disekolahkan di sekolah-sekolah swasta yang ada di Pontianak," ujarnya.

Untuk perekrutannya, menurut dia, diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kota Pontianak karena yang dipilih memang betul-betul dari anak-anak dari keluarga miskin.

"Kami berencana program tersebut akan setiap tahun digulirkan sehingga bisa menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin dan secara tidak langsung membantu sekolah-sekolah swasta yang kesulitan dalam mencari siswa/siswi baru," kata Sutarmidji.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak mengatakan kota ini mendapat penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Insa Allah saya akan hadir dalam penghargaan Kota Pontianak sebagai KLA dan dari berbagai pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia oleh presiden di Ancol, Sabtu (23/7/2011)," katanya.

Menurut dia, ditetapkannya Kota Pontianak sebagai KLA karena telah berusaha meningkatkan pendidikan para anak-anak, kesehatan anak, penyedian tempat bermain, taman, jaminan kesehatan anak-anak sekolah mulai dari SD hingga SMP bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, meskipun jumlahnya belum maksimal.

sumber: sini

Dua Bahas Paling Universal di Dunia

JAKARTA, FisMat.com — Pelatihan dan workshop dengan tajuk Premier Skills yang digalang bersama oleh British Council dan Liga Premier Inggris di Universitas Paramadina, Kamis (21/7/2011), bertujuan untuk membawa para peserta mengenal lebih jauh tentang dua bahasa paling universal di dunia, yaitu bahasa Inggris dan sepak bola. Kepala Badan Pengembangan Bahasa Inggris dari British Council, Danny Whitehead, mengakui sendiri hal itu.

"Kita tahu bahwa bahasa Inggris telah menjadi begitu populer di seluruh dunia dan merupakan bahasa internasional. Sama halnya dengan sepak bola, yang juga sangat populer di seluruh dunia dan merupakan bahasa internasional," kata penggemar klub sepak bola Inggris, Wigan Athletic, itu.

"Jadi kami ingin menggabungkan kekuatan yang sepak bola dan bahasa Inggris miliki untuk menghadirkan motivasi bagi anak-anak mempelajari bahasa Inggris. Tapi tidak hanya itu, mereka juga belajar tentang kerja sama tim, fair play, cara hidup sehat, serta cara untuk menjadi anggota komunitas (masyarakat) yang baik. Oleh karena itulah, sepak bola Inggris memotivasi anak-anak untuk mengerti hal-hal ini."

British Council telah menjalankan program tersebut dengan total 11 negara di dunia. Pada kesempatan kali ini di Jakarta, Premier Skills sukses menghadirkan 400 guru bahasa Inggris dari semua sekolah tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK di Jakarta. Sebelumnya, program yang sama sempat diadakan di Jawa Timur. Lalu, Whitehead juga mengungkapkan bahwa program ini bisa menjembatani anak-anak Indonesia dengan dunia internasional.

"Program bahasa Inggris ini bertujuan menyediakan kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk berkomunikasi dengan dunia, dan kesempatan bagi dunia untuk berkomunikasi dengan Indonesia," ungkap Whitehead.

Program Premier Skills diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris para siswa di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya secara teori, tetapi juga dalam praktiknya. Selama ini, banyak siswa yang memiliki nilai bahasa Inggris tinggi, tetapi gelagapan saat menggunakannya di dunia nyata.

"Apa yang kita bicarakan ketika sedang berbincang dengan teman? Kita bisa membicarakan tentang sepak bola atau kehidupan sehari-hari, tapi kita tidak akan membicarakan tentang grammar, tenses, dan sebagainya. Maka dari itu, program ini mengajarkan orang-orang tentang bahasa Inggris yang sebenarnya," kata pria berambut pirang itu.

Whitehead tidak setuju dengan anggapan bahwa sepak bola adalah olahraga untuk pria. "Faktanya, aku tidak setuju akan hal itu karena tahun lalu saat bergulirnya Piala AFF, aku datang menonton tiga pertandingan di stadion nasional. Aku menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Malaysia, Thailand, dan Filipina. Sungguh hebat melihat begitu banyak wanita dan anak kecil bergabung dalam kerumunan penonton," ujarnya.

"Aku tidak berpikir bahwa sepak bola adalah olahraga pria. Aku rasa banyak perempuan yang tertarik juga pada sepak bola—walau mungkin mereka hanya tertarik pada Irfan Bachdim," seloroh Whitehead.

sumber: sini

Sampoerna Gandeng ExxonMobil Luncurkan SMA Berstandar Internasional

BOGOR, FisMat-C.com — Putera Sampoerna Foundation bekerja sama dengan ExxonMobil meluncurkan sekolah berasrama jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan berstandar internasional pertama di Indonesia. Sekolah ini khusus diperuntukkan bagi siswa dan siswi berprestasi dari keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

Managing Director Putera Sampoerna Foundation Nenny Soemawinata mengatakan, ada sebanyak 200 siswa dan siswi yang telah lolos melewati tahapan seleksi ketat dan berhasil menyisihkan lebih dari 1.000 pendaftar dari seluruh Indonesia untuk mendapatkan beasiswa penuh dengan nilai total sebesar 3,15 juta dollar AS dari ExxonMobil Foundation.

"Beasiswa itu untuk membiayai pendidikan selama tiga tahun selama menempuh pendidikan di Sampoerna Academy Bogor Campus," kata Nenny, Kamis (21/7/2011), di Sampoerna Academy Bogor Campus, Caringin, Bogor.

Para siswa dan siswi yang terpilih adalah mereka yang telah menyisihkan lebih dari 1.000 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Proses seleksi dibagi dalam lima tahap seleksi yang ketat, yakni seleksi dokumen, tes akademis, tes psikologi, tes wawancara, focus group discussion (FGD), serta kunjungan ke rumah calon siswa (home visit).

"Masyarakat membutuhkan pengembangan kualitas dan kesempatan memperoleh pendidikan untuk melahirkan pemimpin masa depan terbaik di Indonesia. Melalui sekolah ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi para siswa berprestasi yang kurang mampu sehingga mereka dapat membawa perubahan positif bagi keluarga, komunitas, dan daerah asal mereka," tutur Nenny.

Sampoerna Academy Bogor Campus terdiri atas siswa-siswi dari seluruh pelosok daerah di Indonesia, antara lain Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua Barat. Selain itu, sejumlah siswa ataupun siswi ada juga yang berasal dari wilayah operasi ExxonMobil, di antaranya Blora, Cepu, dan Bojonegoro, Jawa Timur.

"Kami sengaja ingin menciptakan kultur keragaman budaya di Sampoerna Academy sehingga mereka juga dapat belajar untuk saling menghormati perbedaan budaya dan menghargainya," jelas Nenny.

Lebih jauh Nenny menjelaskan, Sampoerna Academy ini mengadaptasi kurikulum pendidikan berskala internasional dari Cambridge University dengan kurikulum nasional atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

"Konsep pendidikan kami juga adalah pendidikan asrama atau boarding education," katanya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Rahmat Yasin mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan dibukanya sekolah Sampoerna Academy Bogor Campus di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia berharap sekolah ini kelak dapat mencetak lebih banyak siswa dan siswi berprestasi dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya agar kualitas pendidikan di Indonesia terus meningkat.

"Kami juga sudah menyimak, bahwa siswa-siswi Sampoerna tidak hanya pintar secara akademis, tetapi memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi," ungkapnya.

Sebagai informasi, Putera Sampoerna Foundation pada tahun 2009 sudah membuka Sampoerna Academy di Malang dan Palembang, di mana siswa dan siswi di Malang mayoritas berasal dari wilayah Jawa Timur, sedangkan siswa siswi di Palembang berasal dari Sumatera dan Kalimantan. Total keseluruhan siswa
siswi di seluruh Sampoerna Academy saat ini mencapai 993 siswa dengan 525 siswa dan siswi baru angkatan 2011/2012. Tahun ini, Putera Sampoerna Foundation berencana untuk meresmikan Sampoerna Academy di Bali.

sumber: sini

Pembahasan Soal SIMAK UI 2011 (no. 30 kode soal:615)

Lempeng konduktor memiliki kerapa tan muatan  dan bola konduktor bermassa mbermuatan +q digantungkan pada lempeng tersebut dengan benang sutra panjang l. sudut  yang terbentuk kecil sekali, seperti pada tampak pada gambar. Nilai x adalah….

jawab:
Selemgkapnya ada disini

Rabu, 20 Juli 2011

7 T Untuk Dana Abadi Pendidikan


JAKARTA, FisMat-c - Setiap tahunnya, sejak awal tahun 2011, mendepositokan Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1 triliun setiap tahunnya. Menteri Pendidikan Nasional M Nuh mengatakan, dana itu disebut dana abadi, yang akan dimanfaatkan untuk menyiasati kebutuhan biaya pendidikan nasional yang sangat besar. Pada tahun 2014 mendatang, dana abadi ini ditargetkan sudah mencapai Rp 5 - Rp 7 triliun.

"Nanti mudah-mudahan dalam APBN-Perubahan bisa ditambahkan sebanyak Rp 1 sampai 2 triliun lagi. Itu harapan kita. Bayangan saya, nanti di tahun 2014 atau tiga tahun lagi dana abadi bisa mencapai Rp 5 sampai 7 triliun," ujar Nuh, kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (20/7/2011).

Dengan dana sebesar Rp 2 triliun, berarti setiap tahun Kemdiknas mendapatkan bunga sebesar Rp 70 miliar. Bunga itulah yang akan dipakai untuk membiayai pendidikan. Sementara dana induknya, tetap tidak boleh digunakan dengan alasan apa pun dan terus ditambah minimal Rp 1 triliun setiap tahunnya.

"Induknya tetap tidak boleh dikutak-kutik. Yang diambil bunganya saja. Kalau Rp 2 triliun dapat Rp 70 miliar, Rp 4 triliun dapat Rp 140 miliar, Rp 5 triliun dapat sekitar Rp 200 miliar. Nantinya paling tidak ada sekitar Rp 250 miliar yang bisa dipakai untuk memobilisasi anak-anak studi ke luar negeri," tandas Nuh.

Ia meyakini, dana abadi yang sifatnya fleksibel dapat menjadi jalan keluar ketika dana APBN terlambat dicairkan.

sumber disini

Program SP3 2011 Kirim 1000 Sarjana Ke Pedesaan

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama perguruan tinggi di 33 provinsi melakukan kerja sama untuk mengirim 1.000 sarjana pada 2011 ke pedesaan dalam program pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (SP3).
"Mereka akan berada di desa selama dua tahun untuk menggerakkan desa. Bisa jadi guru, pelatih olahraga, membantu pertanian atau peternakan," kata Menpora Andi Mallarangeng di sela rakor program SP3 dan penandatanganan MOU Menpora dengan 33 rektor perguruan tinggi di Jakarta, Rabu (20/7/2011).
Andi mengatakan, MOU tersebut merupakan revitalisasi program SP3. Bentuk revitalisasi itu, antara lain, dengan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam merekrut dan menempatkan para sarjana.
"Dulu tidak melibatkan perguruan tinggi. Yang merekrut dinas pemuda dan olahraga. Banyak kampus tidak tahu program ini," katanya.
Selain itu, katanya, saat ini sarjana akan ditempatkan bukan di daerah asalnya. "Dulu ditempatkan di kampung halaman mereka," ujar Andi.
Andi mengatakan, para sarjana yang mengikuti program ini akan mendapatkan biaya hidup minimal. Oleh sebab itu, katanya, sarjana yang mengikuti program ini adalah yang mempunyai keinginan dan spirit untuk membangun desa.
Ia mengharapkan, dengan adanya program SP3 ini paling tidak mendapatkan dua manfaat. Pertama, nilai tambah untuk membangun desa. Kedua, para sarjana yang mengikuti program dapat membangun kemampuan diri serta menjadi mengenal dan mencintai desa.
Perguruan tinggi yang melakukan kerja sama, antara lain, Institut Pertanian Bogor, Universitas Udayana, Universitas Bengkulu, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanuddin, Universitas Pattimura, Universitas Andalas, Universitas Lampung, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Negeri Gorontalo.
SP3 dimulai sejak tahun 1989 sebagai wujud keprihatinan pemerintah terhadap fenomena tingginya angka pengangguran pemuda di pedesaan dan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menjadi pencari kerja di perkotaan.

sumber: sini

Jumat, 08 Juli 2011

Situ Resmi Kami

Situs resmi kami pindah ke alamat di bawah ini. Silakan klik link di bawah ini. Terima kasih.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting